sejarah pendidikan islam

00.32 Edit This 0 Comments »

TUGAS KELOMPOK
OLEH :
ACHMAD KARIM
ANGGIK ANJASWANTO
FUSTATUN NURI
HANIFAH
SITI VENTIANA





BAB III PENGARUH HELLENISTIK TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBELUM KEBANGKITAN MADRASAH

A. PENGARUH HELLENSIME TERHADAP PENDIDIKAN ISLAMpendidikan islam di masa klasik dapat dikatakan maju bahkan dianggap telah mencapai masa keemasan dalam sepanjang sejarah.sejak permulaan penerjemahan karya-karya pemikiran yunani,pendidikan islam mengalami kemajuan pesat baik dalam materi pengajarannya(kurikulum)maupun lembaga pendidikan.lembaga-lembaga pendidikan yang sebelumnya hanya mengajarkan pengetahuan agama,mulai mengajarkan ilmu pengetahuan,seperti:matematika,filsafat,dan kedokteran.misalnya,di kuttab,yaitu:salah satu dari lembaga pendidikan tingkat dasar,pada abad pertama masa islam hanya mengajarkan pelajaran membaca dan menulis,kemudian diajarkan pula pendidikan keagamaan.sejak abad ke-8 M,Kuttab mulai mengajarkan pelajaran ilmu pengetahuan disamping ilmu agama.sistem pendidikan di masa klasik tidak dikenal sekolah tingkat menengah.yang ada hanya lembaga pendidikan tingkat dasar dan lembaga pendidikan tingkat tinggi.Menurut Mahmud Yunus,kurikulum sekolah tingkat tinggi dibagi menjadi dua,yaitu:ilmu-ilmu naqliyah(ilmu yang bersumber pada al-Qur'an dan al-Hadits) dan ilmu-ilmu aqliyah(ilmu yang bersumber pada akal).ilmu-ilmu naqliyah meliputi tafsir,al-Qur'an,hadits,fikih,usul fikih,nahwu/sharaf,balaghah,dan bahasa arab serta kesustraan arab.sedangkan ilmu-ilmu aqliyah meliputi mantiq/logika,ilmu alam dan kimia,musik,ilmu pasti,ilmu ukur/matematik,falak(astronomi),ilmu kalam,ilmu hewan,ilmu tumbuh-tumbuhan,dan kedokteran.setelah menguasai karya-karya hellenisme,ilmuwan-ilmuwan islam mengadakan pengamatan,penelitian,dan pengkajian lebih jauh sehingga mereka berhasil menemukan teori-teori baru di bidang ilmu pengetahuan dan filsafat.pemikiran hellenisme yang mereka transmisikan dalam karya-karya pemikiran islam bukanlah sekedar terjemahan atau jiplakan,tetapi merupakan karya asli umat islam.wacana intelektual islam mengalami kemajuan pesat.kontak dengan hellenisme bukan hanya mempengaruhi lahirnya berbagai wacana di bidang ilmu pengetahuan dan filsafat islam,tetapi juga pemikiran-pemikkiran keagamaan,seperti teologi,tafsir,bahasa,hukum islam dan sebagainya.masa klasik islam adalah periode kejayaan dan keemasan peradaban islamDisamping kurikulum yang berkembang sebagai akibat pengaruh peradaban yunani,lembaga pendidikanpun mengalami perkembangan dengan pesat.lembaga-lembaga pendidikan islam seperti:kuttab,mesjid,halaqah,dan majlis mengajarkan materi pelajaran yang berkaitan dengan keagamaan.pada perkembangan berikutnya,diajarkan materi pelajaran tentang ilmu pengetahuan dan filsafat.akibatnya,lembaga-lembaga pendidikan islam mengalami perubahan karakteristik,bahkan munculnya bentuk-bentuk lembaga pendidikanbaru,serta menyebabkan terjadinya dualisme lembaga pendidikan islam,yaitu:1.lembaga pendidikan islam yang terbuka pada pengetahuan umum.2.lembaga pendidikan islam yang tertutup terhadap pengetahuan umum.B. LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBELUM KEBANGKITAN MADRASAH.Banyak ahli sejarah yang berbeda pendapat mengenai klasifikasi lembaga pendidikan islam.Menurut Charles Michael Stanton,lembaga pendidikan islam di masa klasik itu ada dua macam,yaitu:lembaga pendidikan islam formal dan informal.lembaga pendidikan formal adalah lembaga pendidikan yang didirikan oleh negara untuk mempersiapkan pemuda-pemuda islam agar mengetahui pengetahuan agama dan berperan dalam agama atau menjadi tenaga birokrasi,atau pegawai pemerintahan.lembaga pendidikan formal ini biasanya disubsidi oleh penguasa dan dibantu oleh orang-orang kaya yang berupa harta waqaf.pengelolaan administrasi berada ditangan penguasa.sedangkan kurikulum lembaga pendidikan formal biasanya ilmu agama atau ilmu naqliyah.sedangkan ilmu pendidikan informal inilah yang menawarkan pelajaran-pelajaran pengetahuan umum,termasuk filsafat.George Makdisi membagi lembaga menjadi dua tipe,yaitu:1.lembaga pendidikan yang exklusif(tertutup) terhadap pengetahuan umum.2.lembaga pendidikan yang inklusif(terbuka) terhadap pengetahuan umum.bentuk lembaga pendidikan islam berdasarkan klasifikasi yang disodorkan oleh George Makdisi sekaligus penulis ingin menunjukkan besarnya pengaruh warisan hellenisme terhadap pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan islam.1. Maktab/KuttabMaktab/kuttab adalah lembaga pendidikan dasar.George Makdisi membedakan dua bentuk pendidikan dasar.dia menyatakan bahwa maktab berbeda dengan kuttab.untuk memperkuat pendapatnya,Makdisi melaporkan bahwa Abd al-Ghafiral-Farisi belajar di maktab pada usia lima tahun untuk belajar al-Qur'an dan ilmu agama di persia.setelah usia sepuluh tahun,ia memasuki kuttab untuk belajar sastra.Maktab adalah sekolah tingkat dasar yang mengajarkan khat,kaligrafi,al-Qur'an,akidah,dan syair.Muniruddin Ahmed,berpendapat bahwa al-maktab adalah tempat belajar.sedangkan al-kuttab adalah sebutan bagi pelajar dimaktab.Benar atau salah istilah antara maktab dan kuttab yang jelas telah disepakati bahwa keduanya adalah lembaga pendidikan tingkat dasar.Mahmud Yunus berpendapat bahwa pendidikan tingkat dasar disamping dilaksanakan dikuttab,juga dilaksanakan di rumah-rumah,istana-istana,dan toko-toko.Mahmud Yunus Stanton,menjelaskan bahwa pendidikan islam tingkat rendah bisa terjadi di kuttab,rumah,dan tempat-tempat terbuka,atau serambi mesjid.Muniruddin Ahmed tergambar bahwa semua tempat yang dipakai anak-anak belajar disebut kuttab/maktab karena ia menyatakan bahwa maktab adalah nama tempat dimana pelajaran disajikan kepada anak-anak.pada abad pertama masa islam klasik di kuttab hanya diajarkan membaca dan menulis,lalu meningkat dengan diajarkan pendidikan keagamaan.sejak abadke-8 M,kuttab mulai mengajarkan pengetahuan umum disamping ilmu agama.bahkan kuttab mempunyai dua macam,yaitu: scular learning (kuttab yang mengajarkan pengetahuan non agama) dan religious learning (kuttab yang mengajarkan ilmu agama).2.HalaqahHalaqah artinya lingkaran.lembaga ini secara umum dikenal dengan sistem halaqah.seoran guru biasanya duduk diatas lantai sambil menerangkan ,embacakan karangannya,atau komentar orang lain terhadap suatu karya pemikiran.murid-muridnya akan mendengarkan penjelasan guru dengan dudk diatas lantai,yangmelingkari gurunya.secara umum ilmu-ilmu agama ditransmisikan melalui halaqah-halaqah.3.MajlisMajlis adalah isi makan-kata yang menunjukkan arti tempat-dari kata kerja(fi'il) jalasa.jalasa artinya duduk,sinonim dengan kata qo'ada.pada perkembangan berikutnya,disaat dunia pendidikan islam mencapai zaman keemasan,majis berarti sessi dimana aktivitas pengajaran atau diskusi langsung.majlis digunakan sebagai kegiatan transmisi keilmuan dari berbagai disiplin ilmu sehingga majlis banyak ragamnya.menurut Muniruddin Ahmed,ada 7 macam majlis,yaitu:a.Majlis Al-HaditsMajlis ini ada 2 tipe,majlis hadits yang permanen dan majlis hadits yang diselenggarakan sewaktu-waktu.biasanya dilaksanakan oleh seorang ulama'/guru yang ahli dalam bidang hadits.majlis ini bisa berlangsung sampai 20 tahun,bahkan sampai 30 tahun.

b. Majlis al-Tadris

b. Majlis al-Tadris

kegiatan pelajaran dibidang hadits secara khusus memakai istilah hadatsa,sedangkan kelas disiplian lainnya biasa disebut dengan majlis fikih,majlis nahwu,atau majlis kalam.Majlis fikih,majlis nahwu,atau majlis kalam bisa disebut majis al-tadris.

c. Majlis al-M unadharah

majlis al-munadharah merupakan pertemuan perdebatan,bukan semacam lembaga pendidikan reguler.terdapat beberapa macam majlis al-munadharah,yaitu:

1.majlis al-munadharah yang diselenggarakan atas perintah khalifah

2.majlis al-munadharah yang lebih bersifatedukatif.majlis ini dilaksanakan secara kontinyu.majlis ini muncul setelah terjadi prosesbelajar-mengajar.

3.majlis al-munadharah yang diselenggarakan secara spontan.

4majlis al-munadharah yang bersifat seperti kontes terbuka antara beberapa ulama’.

d.Majlis al-Mudzakarah

Majlis al-mudzakarah adalah inovasi dari murid-murid yang belajar hadits.ada6macam hadits al-mudzakarah,yaitu:

1.majlis al-mudzakarah yang mendiskusikan mengenai sanad hadits.

2.majlis al-mudzakarah yangdiselenggarakan untuk mendiskusikan hadits berdasarkan bidang tertentu.

3.majlis al-mudzakarah yang mendiskusikan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat Nabi tetentu atau hdits-hadits yang diriwayatkan oleh ulama-ulama’/perawi-perawi terkenal dari tingkat tabi’in.

4.majlis al-mudzakarah yang mendiskusikan hadits-hadits dhaif.

5.majlis al-mudzakarah yang mendiskusikan baik rangkaian perawi hadits,matan hadits,dan mencari signifikan suatu hadits bagi bidang fikih.

5.majlis al-mudzakarah yang tergolong kepada musnad.

e. Majlis al-Syu’ara’

majlis ini mampu menarik pelajar dalam jumlah yang sangat besar.sebagai sarana kontes penyair,majlis ini akan dihadiri sejumlah penyairyang akan membacakan syair-syair mereka.

Pertemuan para penyair biasanya terjadi di rumah-rumah atau di toko-toko.

f. Majlis al Adab

bagi bangsa arab,al-adab mencakup terkenal.majils ini bercorak semacam perbincangan daripada sebagai tempat mengajar.

3 macam pembahasan,yaitu puisi,silsilah,dan laporan bersejarah bagi orang-orang g. Majlis al-Fatwa dan al-Nadzhar

majlis ini adalah majlis pertemuan ulama’ fikih dan pelajar yang hendak belajar.karena karakteristik majlis al-fatwa adalah perdebatan,maka majlis al-fatwa seringkali digabungkan dengan majlis al-nadzhar.

4.Mesjid

Mesjid merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada sejak masa Nabi.Mesjid berfungsi sebagai tempat bersosialisasi,tempat ibadah,tempat pengadilan dan sebagainya.tetapi yang lebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan.segala aktivitas umat islam,baikyang berkaitan dengan pendidikan dan sosial ekonomi,pada waktu itu terpusat di mesjid.

Kompleksnya tuntutan masyarakat akan mesjid menyebabkan perbedaan dua mesjid,yaitu mesjid tempat shalat jum’at atau jami’dan mesjid biasa.baik jami’ maupun keduanya digunakan sebagai penyelenggara pendidikan islam.Namun,perbedaan status suatu mesjid mengakibatkan perbedaan karakteristik kegiatan belajar-mengajar di kedua mesjid tersebut.Jami’ sebagai lembaga pendidikan,memiliki halaqah-halaqah yang mengajarkan berbagai ilmu agama.bahkan,tidak sulit jami’ memiliki zawiyah-zawiyah(tempat orang-orang yang senantiasa ingin mendekatkan diri kepada Tuhan.) yang mengajarkan keagamaan.

Pelajaran yang diberikan di mesjid-mesjid dan jami’boleh dikata serupa dengan pendidikan tingkat college.pelajaran yang diberian di mesjid-mesjid pada umumnya pengetahuan agama.pengetahuan umum dan filsafat tidak diajarkan di mesjid.Namun,mesji-mesjid yang menjadi pusat [erhatian dan kebanggaan adalah mesjid dan jami’.seperti:Baghdad,Damaskus,dan Kairo.

a.Al-Azhar di Kairo

Mesjid al –azhar didirikan oleh Panglima Jauhar al-Sakili,terletak di kota Kairo.pada masa Muizzi Li Dinillah pada 359 H/970 M.selesai pembangunannya pada 761 H,dimasa pemerintahan Malik al-Nasir Qalawun.Namun,yang dikehendaki oleh al-sakili adalah nisbat yang lebih dekat dengan istilah al-zahra,gelar dari nama Fatimah al-Zahra,putriRasulullah SAW.

Disamping sebagai tempat ibadah,khususnya shalat jum’at,al-azhar merupakan pusat kegiatan keilmuan staraf universitas.Dibawah pengelolaan al- Killis,kegiatan keilmuan di al-azhar tidak hanya mencakup ilmu-ilmu keagamaan saja,tetapi juga ilmu-ilmu umum,seperti:ilmu filsafat,ilmu ukur,falak,musik,kedokteran,kimia,ilmu pasti,dan sejarah.sedangkan ilmu-ilmu keagamaan meliputi tafsir,qira’at,hadits,fikih,limu kalam,nahwu,sharaf,al-bayan,dan adab.

b. Mesjid al-Manshur di Baghdad

dibangun di baghdad antara 145 H/762 M.dan 149 H,oleh Khalifah al-Manshur(754-755) dan diperbaiki oleh Khalifah Harun al- Rasyid(786-809),kemudian diperluas oleh Khalifah al-Mu’tadid(892-902) pada tahun 280 H/893 M.

Pentingnya mesjid al manshur sebagai pusatpendidikan dibuktikan oleh banyaknya halaqah,imam syafi’i (w.204 H/819 M),ketika berkunjung ke baghdad,menyaksikan adanya empat puluh sampai lima puluh halaqah permanen di mesjid ini.ketika al-syafi’i mengunjungi baghdad,menyaksikan paling tidak lima puluh halaqah yang mengajarkan fikih.pada abad ke-3,4,dan5 H,mesjid al-manshur masih menjadi tempat penting sebagai tempat penentuanoleh penganut madzab Hanbali,Syafi’i,atau dhahiri.

c.Mesjid al-Umayyah di Damaskus

mesjid ini tergolong suatu keajaiban dunia.untuk membangumn mesjid ini,Khalifah Walid bin Abd al-Malik telah mengeluarkan biaya hasil dari 7 tahun pajak di negaranya,dan pekerjaan pembuatan mesjid ini membutuhkan waktu delapan tahun lamanya.

5. Khan

khan mempunyai beberapa fungsi pada masa klasik.di kota khan difungsikan sebagai penyimpanan barang-barang dalam jumlah besar atau sebagai sarana komersial yang memiliki banyak toko.

Khan juga digunakan sebagai asrama untuk murid-murid dari luar kota yang hendak belajar hukum islam di suatu mesjid.

6. Ribath

Ribath adalah tempat kegiatan kaum sufi yang ingin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan mengkonsentrasikan diri untuk ibadah semata-mata.pendidikan ini bermula pada abad ke-11 M dan terus berlangsung hingga menjelang abad ke-15 M,sufisme sepenuhnya diterima kedalam pelukan ortodoksi Sunni.

6. Rumah-rumah ulama’

Setelah terjadi peristiwa madinah,dimana ilmu-ilmu rasional dimusuhi dan lembaga-lembaga pendidikan yang mengajarkan pengetahuan umum dan filsafat ditutup,ulama’-ulama’ dan pelajar-pelajar yang ingin mempelajari ilmu-ilmu rasional harus dengan sembunyi-sembunyi yang dilaksanakan di rumah-rumah,seperti yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ikhwan al –Shafa(kelompok orang-orang suci yang sangat menghargai filsafat,pengetahuan umum,dan teologi mu’tazilah setelah mu’tazilah dimusuhi setelah kebangkitan kaum sunni).

7. Toko-toko buku dan Perpustakaan

Toko-toko buku dan perpustakaan juga berperan sebagai tempat untuk transmisi ilmu dalam islam.toko-toko buku muncul sejak permulaan Kerajaan Bani Abbas,toko-toko buku kemudian menyebar keseluruh dunia islam,di baghdad sendiri,menurut stanton terdapat 100 toko buku.selain di baghdad,sharaz,marv,mosul,bashrah,kairo,kordova,fez,tunis,dan beberapa kota lainnya telah mendukung berkembangnya toko-toko buku.

8.Observatorium dan Rumah Sakit

Di Observatorium ini sering diadakan kajian-kajian terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani.Khalifah al-Hakim juga membangun observatoroum di Dar al- Hikmah di mesir.sekitar 1023 M, penguasa Dinasti Hamadan membangun observatorium dengan mengangkat Ibn Sina untuk mengelolanya.bangsa saljuk yang berkuasa dibaghdad telah membangun observatorium besar untuk Umar Khayyam pada 1100 M,pada 1261 M setelah baghdad dijarah oleh Hulagu,di madinah juga dibangun observatorium.

Di baghdad sampai tahun 1160 M terdapat 60 lembaga medikal;kairo mempunyai 5 rumah sakit.kota-koya spanyol,cordova,dan seville merupakan pusat medikal yang besar.

Senin, 19 April 2010

PENDIDIKAN ISLAM BAGI WANITA

Sebenarnya Islam tidak membedakan antara wanita dan laki-laki dalam pendidikan. Islam juga memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam menuntut ilmu. Sejak masa klasik telah ditemui wanita-wanita terpelajar. K.Hitti menandaskan bahwa anak-anak perempuan diperbolehkan mengikuti sekolah tingkat dasar. Fayyas Mahmud juga menjelaskan bahwa pada masa Dinasti Abbasiyah, anak-anak perempuan juga mempunyai kesempatan belajar di maktab-maktab. Akan tetapi tidak banyak data yang menerangkan bahwa perempuan pun ikut belajar di lembaga pendidikan tingkat tinggi.
Dalam sistem pendidikan Islam di masa klasik,wanita pun tidak dlarang pergi ke masjid untuk mengikuti pelajaran. Akan tetapi, apakah mereka diperbolehkan terlibat langsung dengan murid laki-laki dalam proses belajar mengajar, atau mereka belajar secara terpisah.
Dalam kitab al-Aghani, sebagaimana dijelaskan oleh Syalaby, ditemukan teks yang menerangkan adanya dua kasus yang meriwayatkan bahwa seorang anak perempuan telah mengikuti pelajaran di sekolah tingkat dasar. Kedua perempuan tersebut adalah hamba sahaya, bukan orang merdeka. Oleh sebab itu, Syalaby menolak bahwa pengajaran untuk budak dapat di nilai sebagai "pendidikan" karena pengajaran untuk budak-budak hanyalah untuk menaikkan harga mereka dengan cara mengajar mereka membaca dan menulis.
Sedangkan pengajaran wanita, menurut Muniruddin Ahmed, ada indikasi yang menunjukkan adanya kelompok belajar wanita,tetapi semuanya dilaksanakan secara terpisah.
Ajaran Islam sesungguhnya tidak membedakan hak antara laki-laki dan perempuan untuk menuntut ilmu. Tetapi ajaran Islam mewajibkan bagi muslim dan muslimah untuk menuntut ilmu,tetapi dalam prakteknya wanita tidak diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam menuntut ilmu, mereka tidak boleh belajar bersama-sama baik di masjid maupun di madrasah.
Menurut Jonathan Berkey, alasan pemisahan pendidikan murid wanita dan laki-laki dalam pendidikan adalah karena kehadiran wanita ditengah-tengah kaum laki-laki dianggap tabu dan dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi belajar siswa laki-laki. Karena alasan inilah dalam sistem pendidikan Islam masa klasik diadakan pemisahan antara kelas laki-laki dan perempuan.
Syalaby menyatakan bahwa wanita biasanya belajar dirumah dari salah seorang anggota keluarga atau dari seorang guru yang khusus didatangkan untuk mereka. Mengenai pendidikan wanita, ada data yang menunjukkan bahwa wanita telah menghadiri suatu majelis yang terbuka bagi wanita dan laki-laki. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya, misalnya, majlis al-wa'dh yang terbuka bagi wanita dan laki-laki. Namun Muniruddin Ahmed menganggap majlis ini sebagai pertemuan, bukan sebagai pengajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wanita telah diberi kesempatan untuk mengikuti kelas-kelas terbuka, tetapi wanita yang dapat merasakan kesempatan ini jumlahnya relatif sedikit.

0 komentar: